Minggu, 08 September 2013

Panduan Menyembelih Hewan Kurban

Panduan Menyembelih Hewan Kurban Saat Haji Dan Umrah (Dam) Sesuai Sunnah Nabi

1. Beliau berkorban dengan kambing, dan berkurban dengan unta, dan berkurban sapi atas nama istri-istrinya, dan berkurban di tempatnya, dan di dalam hajinya, dan pd umrahnya.
2.  Dan disunnahkan taqlid kambing kurban (mengalungkan kalung di lehernya sebagai tanda bahwa kambing tersebut di hadiahkan utk haram) tanpa isy’ar (melukai hewan kurban dengan tanda pengenal), dan jika beliau mengirim kurbannya sedangkan beliau muqim, maka tidak sesuatupun yang di haramkan atas beliau, ia halal baginya.
3. Dan jika beliau kurban unta, beliau mentaqlid[1] dan mensyi’arnya[2], beliau merobek sedikit sisi punuknya yang kanan, hingga darahnya mengalir.
4. Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengirim kurban, beliau memerintahkan utusan beliau agar menyembelihnya jika ada bagian darinya mendekati rusak, kemudian mencelupkan sandalnya pd darahnya, kemudian meletakanya pd sisinya(dari tubuh hewan), dan tidak memakanya tidak pula seorangpun dari teman-temannya, kemudian membagi dagingnya.
5. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah menggabungkan di antara para sahabatnya dalam satu kurban: satu unta utk tujuh orang, satu sapi utk tujuh orang.
6. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam membolehkan bagi penuntun kurban utk menaikinya dengan cara yang ma’ruf(baik), jika ia memerlukannya hingga mendapatkan yang lainnya.
7. Dan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam ialah menyembelih unta dalam posisi berdiri dengan tangan kirinya terikat, dan beliau membaca bismillah saat menyembelinya dan bertakbir.
8. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menyembelih kurbannya dengan tangan kanannya, dan terkadang mewakilkanya kepd orang lain.
9. Dan ketika beliau menyembelih kambing, beliau meletakan kaki beliau di atas sisinya, kemudian bertakbir dan menyembelih.
10. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam membolehkan bagi umatnya utk makan dari kurbanya (al-hadyu/dam) dan kurbanya(idul adha), dan berbekal dari(daging)nya.
11. Dan terkadang beliau membagi daging kurbanya, dan beliau bersabda: barang siapa menghendakinya, ia boleh memotong (bagian) darinya.
12. Dan di antara petunjuk beliau ialah menyembelih kurban utk umrah (dam) di marwah, dan kurban(dam) haji qiron di mina.
Beliau tidak pernah menyembelih kurbannya kecuali setelah tahalul, dan tidak pernah juga kecuali setelah terbit matahari dan setelah melempar, dan beliau tidak memberi rukhshoh utk menyembeli sebelum terbit matahari.


[1] mengalungkan kalung di lehernya sebagai tanda bahwa unta tersebut di hadiahkan utk haram
[2] melukai hewan kurban dengan tanda pengenal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar